Vape Disebut Bisa Jadi Alternatif Pemangku Rokok, Amankah?

Vape Disebut Bisa Jadi Alternatif Pemangku Rokok, Amankah?

Jackpot hari ini Result SGP 2020 – 2021.

Suara. com – Dalam beberapa tahun belakangan, penggunaan vape atau rokok elektrik marak digunakan di masyarakat. Tersedia yang menggunakannya untuk coba-coba, sementara lainnya menghisap vape sebagai alternatif pengganti rokok.

Pertanyaannya, seberapa amankah  penerapan vape sebagai pengganti rokok? Selama ini berbagai studi dan referensi telah membahas perihal dampak kesehatan tubuh vape sebagai pengganti rokok.  

Kini sebuah studi terbaru yang dilakukan  Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik Indonesia YPKP Indonesia bersama dengan Universitas Padjadjaran (Unpad) secara independen menginisiasi penelitian untuk membuktikan profil efek dari salah satu produk tembakau alternatif yaitu rokok elektrik.  

Dalam pemaparan yang dilakukan oleh Pendiri Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Prof. Dr. Achmad Syawqie Yazid, riset berjudul, “Studi Potensi Genotoksik Perhitungan Frekuensi Mikronokleus pada Apusan Sel Mukosa Bukal, ” ia menjelaskan bahwa pengguna vape mempunyai jumlah sel mermikronuklei yang signifikan lebih rendah dibandingkan dengan perokok.

Baca Juga: Pemerintah Didesak Hentikan Eksploitasi Anak di Industri Rokok

Ilustrasi vape

“Bahkan, lebih rendah dari non-perokok dan tidak pernah mematuhi vape, ” kata dia di dalam pertemuan media daring, Jumat, (27/11/2020).

Syawqie juga memaparkan bahwa efek genotoksik terhadap sek mukosa bukal vape lebih rendah dibandingkan rokok. Ia menegaskan, bahwa temuan tadi menjelma penting karena mikronuklei berhubungan dengan inisiasi dengan proses perkembangan kezaliman pada perokok.

“Dengan begitu sebetulnya vape layak dipakai sebagai pengganti rokok bagi mereka yang ingin berehat merokok, ” kata Syawqie mengisbatkan.

Biar demikian, ia tidak menganjurkan penggunaan vape bagi para non perokok, remaja, terlebih anak-anak. Lebih jauh, ia mengatakan, bahwa diperlukan studi dampak jangka panjang terhadap kesehatan, sebelum vape dapat dikatakan sebagai produk yang sepenuhnya aman.

“Kami secara terbuka mengajak para pemangku relevansi utama, seperti Pemerintah melalui Lembaga Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan juga Kementerian Kesehatan mengikuti pelaku industri untuk dapat menyelenggarakan kajian yang lebih mendalam pada dalam negeri, ” ujarnya.

Baca Juga: Pakar: Libatkan Anak Saat Propaganda Rokok Adalah Bentuk Eksploitasi

Lebih jauh, Syawqie mengatakan bahwa pertolongan pemerintah sangat diperlukan oleh para-para peneliti Indonesia untuk melakukan tilikan secara independen terhadap produk dengan termasuk kedalam konsep pengurangan naas ini.