Update Covid-19 Indonesia 9 Oktober 2020: Korban Meninggal Hampir 12 Ribu

Update Covid-19 Indonesia 9 Oktober 2020: Korban Meninggal Hampir 12 Ribu

–>

Suara. com – Virus corona  (Covid-19) masih menjadi momok menakutkan bagi masyarakat Indonesia. Tercatat dari data Tim Satgas Penanganan Covid-19, ada ratusan ribu orang yang terkonfirmasi terinfeksi virus berbahaya tersebut.

Berdasarkan laporan data terakhir Tim Satgas Penanganan Covid-19, Kamis (8/10/2020) menunjukkan ada 320. 564 orang positif Covid-19. Mirisnya, dari data tersebut sebanyak 11. 580 orang meninggal dunia pada Indonesia.

Tatkala, data dokter meninggal ada 132 dokter wafat akibat Covid-19. Para dokter yang wafat terdiri dibanding 68 dokter umum (4 instruktur besar), dan 62 dokter ahli (5 guru besar), serta 2 residen.

Dari total keseluruhan tersebut, DKI Jakarta menyumbangkan paling banyak kasus dengan temuan 83. 372 karakter positif Covid-19, dilanjutkan Jawa Timur 46. 095 orang, disusul Jawa Barat sebanyak 26. 259 karakter.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Sedangkan kematian terbanyak terjadi di Jawa Timur dengan jumlah korban menyentuh 3. 374 orang, kemudian DKI Jakarta sebanyak 1. 834, & Jawa Tengah mencapai 1. 472 orang. Dengan rata-rata pria lebih banyak ketimbang wanita.

Menanggapi hal itu, Ketua Tim Mitigasi PB IDI, Dr M. Adib Khumaidi, SpOT mengatakan lonjakan ini terjadi sebab pasien Covid-19 terutama Orang Tanpa Gejala (OTG) terutama yang mengabaikan perilaku protokol kesehatan di bervariasi daerah juga meningkat.

Bahkan, klaster hangat penularan Covid terus bermunculan pada beberapa minggu terakhir, karena sebanyak wilayah di Indonesia mulai membiarkan PSBB dan membuka wilayahnya kembali untuk pendatang yang berarti lebih banyak orang yang menjalani aktifitas di luar rumah.

“Beberapa hari belakangan ini masyarakat Indonesia mulai abai dengan anjuran protokol kesehatan saat beraktivitas di luar, hal itu dengan memungkinkan merupakan salah satu transmisi yang potensial, ” ujar Adib dalam keterangannya yang diterima Bahana. com, Jumat (9/10/2020).

Dia menyayangkan situasi itu terjadi. Ia juga khawatir akan adanya lonjakan masif ke depan. Apalagi, dalam kondisi laksana saat ini para tenaga kesehatan tubuh dan fasilitas kesehatan sudah tiba kelimpungan dalam menangani jumlah anak obat Covid-19 yang terus melonjak.

PB IDI kembali meminta kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan yakni secara cara melakukan 3M diantaranya memasang masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta mengelola jarak. Hal tersebut guna menyekat terinfeksi virus Covid-19.