Tidak Cuma Bahan, Lama Pemakaian Juga Berpengaruh pada Efektivitas Masker

Tidak Cuma Bahan, Lama Pemakaian Juga Berpengaruh pada Efektivitas Masker

Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

Suara. com – Pemakaian kedok kini adalah hal wajib demi memutus rantan penularan virus corona Covid-19. Hal ini memicu menuntut yang mengeksplorasi fisika penggunaan kedok wajah dan penularan penyakit, beserta penyelidikan bahan, desain, dan masalah lain yang memengaruhi cara kegiatan masker wajah.

Dalam Physics of Fluids , oleh AIP Publishing , para peneliti mengamati tentang cara masker wajah menyaring atau memblokir virus corona Covid-19. Mereka juga merangkum masalah desain yang masih menetapkan ditangani.

Salah satu aspek kunci dari fungsi kedok wajah melibatkan ukuran tetesan larutan yang dikeluarkan dari hidung serta mulut saat seseorang berbicara, mericau, bersin, batuk, atau bahkan hanya bernapas. T

etesan yang lebih mulia, dengan ukuran sekitar 5-10 mikron, adalah yang paling umum. Tetapi, tetesan ini masih cukup kecil. Sebagai perbandingan, rambut manusia berdiameter sekitar 70 mikron, demikian dilansir dari Science Daily.

Baca Selalu: Pecah Rekor Terakhir Lagi, Kasus Corona Indonesia Hari Ini Tambah 6. 267

Tetes yang lebih kecil lagi, di bawah 5 mikron, mungkin lebih berbahaya. Ini bisa menjadi aerosol dan tetap melayang di hawa untuk waktu yang lama. Diantara banyak jenis masker yang dimanfaatkan (masker kain, masker bedah, dan masker N95), hanya N95 yang dapat menyaring tetesan berukuran aerosol.

Ilustrasi masker kain keluaran sendiri. [Shutterstock]

Tak hanya menyorot soal besar tetesan pernapasan, durasi pemakaian masker pun perlu diperhatikan. Kinerja masker wajah yang dikenakan selama berjam-jam, seperti oleh tenaga kesehatan memengaruhi seberapa efektif penggunaan masker secara keseluruhan. Terlebih jika digunakan di lingkungan yang radang dan lembap.

Para peneliti menemukan kedok wajah yang terbuat dari tujuan polimer hibrid dapat menyaring partikel dengan efisiensi tinggi sekaligus mendinginkan wajah. Serat yang digunakan pada topeng khusus ini transparan terhadap radiasi infra merah, memungkinkan panas keluar dari bawah topeng.

“Mungkin ada kaum hubungan antara hambatan pernapasan dan hambatan aliran masker wajah yang perlu dipelajari untuk interval penggunaan masker wajah, ” kata penulis Heow Pueh Lee.

“Selain itu, perihal lingkungan di ruang kompartemen dalam dalam masker wajah perlu diukur dengan lebih akurat menggunakan pemeriksaan miniatur dan pengembangan replika pribadi untuk penelitian semacam itu. ”

Baca Juga: KBRI Kuala Lumpur Ditutup, Ada Staf Positif Corona

Para-para peneliti juga meninjau studi epidemiologi yang menunjukkan bahwa penggunaan masker wajah yang efisien secara konsisten, seperti masker bedah, dapat memberantas pandemi jika setidaknya 70% penduduk menggunakan masker tersebut di depan umum secara konsisten.