Tanpa Minum Kopi Saat Belum Dasar, Studi Ini Ungkap Bahayanya

Tanpa Minum Kopi Saat Belum Dasar, Studi Ini Ungkap Bahayanya

–>

Suara. com – Tak lengkap rasanya bagi banyak diantara kita jika tidak minum kopi di pagi hari. Bahkan beberapa meminumnya saat perut kosong.

Mulai sekarang sebaiknya hindari kebiasaan tersebut. Penelitian pertama dari Center for Nutrition, Exercise & Metabolism di University of Bath menemukan bahwa minum salinan setelah makan pagi lebih molek untuk menjaga kadar gula pembawaan yang sehat setelah tidur suangi yang buruk.

Dilansir dari New York Post, menurut para ilmuwan di pulih penelitian yang dipublikasikan di British Journal of Nutrition, minum salinan sebagai cara untuk bangun cepat bisa berdampak negatif pada pengaruh glukosa darah.

“Sederhananya, kontrol gula pembawaan kita terganggu ketika hal perdana yang bersentuhan dengan tubuh kita adalah kopi, terutama setelah rebah yang terganggu. Kita bisa memperbaiki ini dengan makan dulu anyar minum kopi nanti jika kita merasa masih membutuhkannya. Mengetahui kejadian ini dapat memiliki manfaat kesehatan tubuh yang penting bagi kita seluruh, ”Profesor James Betts, Wakil Direktur Pusat Nutrisi, Latihan dan Metabolisme di University of Bath dengan mengawasi penelitian tersebut.

Ilustrasi Secangkir kopi akan membuat Anda lebih semangat. (sumber: visualphotos)
Sketsa Secangkir kopi akan membuat Anda lebih semangat. (sumber: visualphotos)

Untuk melakukan studi, 29 pria dan wanita dipelajari setelah tiga percobaan semalam dengan berbeda.

Di dalamnya, para peserta mempunyai satu malam tidur tanpa kekacauan dan kemudian minum minuman elok di pagi hari; satu suangi tidur yang terganggu – bentuk setiap jam selama lima menit.

Itu kemudian minum minuman manis pada pagi hari; dan malam dengan gangguan tidur yang serupa, namun minum kopi hitam 30 menit terlebih dahulu sebelum minum minuman manis.

Pada setiap pria dan wanita menjalani ulangan darah mereka sebelum dan setelah menelan apa pun.

Menurut penelitian, masa partisipan minum kopi terlebih awal, kadar glukosa darah meningkat kira-kira 50 persen setelah minum “sarapan”.

Tetapi, ketika peserta mendapatkan minuman pengganti makanan sarapan terlebih dahulu, boleh tidak ada efek negatif di kadar glukosa atau respons insulin.