Studi Lancet: Varian Delta Covid-19 Dua Kali Lebih Berisiko Sebabkan Rawat Inap

studi-lancet-varian-delta-covid-19-dua-kali-lebih-berisiko-sebabkan-rawat-inap-1

Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

Suara. com – Varian Delta Covid-19 diketahui menular lebih cepat dibandingkan varian Covid-19 lainnya.  

Tidak hanya lebih menular, menuntut terbaru juga menyebut varian Delta dua kali bertambah berisiko timbulkan rawat inap pada seseorang yang terinfeksi dibandingkan dengan strain Alpha, terutama pada pasien secara lima atau lebih komorbid.

Penelitian Kesehatan Masyarakat Skotlandia menganalisis data untuk menyelidiki risiko menyelap rumah sakit dan memperkirakan efektivitas vaksinasi di antara kemungkinan kasus varian Delta. Studi ini diterbitkan di The Lancet.

Selama kala penelitian, yang berlangsung lantaran 1 April hingga 6 Juni 2021, terdapat 19. 543 kasus virus corona, 377 di antaranya menggunakan rawat inap. Dari jaga inap tersebut, 134 kasus adalah S gen-positif.

Baca Juga: Gegara Lonjakan Covid-19, DPR Minta Madrasah Tatap Muka Ditunda dua sampai 3 Bulan

Dalam analisis sebelumnya, para-para peneliti telah menentukan bahwa 97 persen gen S – kasus positif dengan diurutkan di Skotlandia adalah varian Delta, dan 99 persen varian Delta adalah gen S positif. Kasus gen-negatif S diklasifikasikan jadi infeksi varian Alpha.

Di dalam data tersebut, para pengkaji mencatat bahwa kasus positif gen S terjadi pada semua usia, tetapi bertambah banyak terjadi pada anak-anak yang lebih muda dipadankan dengan varian Alpha. Mereka juga menemukan bahwa kejadian gen S positif dikaitkan dengan peningkatan risiko pelihara inap pasien Covid-19 kalau dibandingkan dengan kasus gen S negatif.

Menurut peneliti, vaksin AstraZeneca Covid-19 serta suntikan Pfizer-BioNTech terbukti mengurangi risiko infeksi dan jaga inap karena varian Delta, tetapi perlindungan terhadap infeksi turun dibandingkan dengan varian Alpha.

Tetapi, para peneliti mencatat bahwa analisis itu bersifat observasional, dan perkiraan efektivitas vaksin perlu ditafsirkan dengan waspada.

“Ringkasnya, kami menunjukkan kalau varian Delta di Skotlandia ditemukan terutama pada kaum yang lebih muda, ” tulis para peneliti dikutip dari Fox News.

Baca Pula: BCL Membangun Covid-19, Minta Jangan Ibarat Remeh

“Risiko mengakar rumah sakit Covid-19 seakan-akan dua kali lipat di dalam mereka yang memiliki Delta dibandingkan dengan Alpha, secara risiko masuk terutama meningkat pada mereka yang mempunyai lima atau lebih komorbiditas yang relevan, ” imbuh mereka.