Studi: Ibu Hamil Penyintas Covid-19 Mentransfer Antibodi pada Janin

Promo menarik pada undian Data SGP 2020 – 2021.

Suara. com semrawut Sebuah studi membuktikan bahwa ibu hamil yang terinfeksi Covid-19 mentransfer antibodi kepada janin mereka. Hal ini dinyatakan di dalam studi yang diterbitkan pada American Journal of Obstetrics and Gynecology.

Melansir dari Healthshots , temuan belajar baru-baru ini menunjukkan bahwa antibodi yang membantu mencegah virus Covid-19 dipindahkan dari ibu ke bayinya saat di dalam kandungan. Hal menunjukkan bahwa wanita hamil dengan menghasilkan antibodi pelindung setelah tertular virus corona akan menyalurkan beberapa dari kekebalan alami kepada lembaga mereka.  

“Karena sekarang kami dapat mengatakan bahwa antibodi yang dibuat oleh wanita hamil terhadap Covid-19 telah terbukti diturunkan ke bayi mereka, kami menduga bahwa ada peluang besar mereka dapat menurunkan antibodi yang dibuat oleh tubuh sesudah divaksinasi juga, ” kata Dr Yawei Jenny Yang, asisten guru besar patologi dan kedokteran laboratorium di Weill Cornell Medicine dan penulis senior studi tersebut.

Dokter Yang & timnya menganalisis sampel darah sebab 88 perempuan yang melahirkan dalam New York-Presbyterian/Weill Cornell Medical Center antara Maret hingga Mei 2020. Semua perempuan memiliki antibodi Covid-19 dalam darah mereka yang menunjukkan bahwa mereka telah tertular virus meskipun 58 persen dari itu tak menunjukkan gejala.  

Baca Juga: Pelabuhan di Kepri Akan Perintah Genose untuk Deteksi COVID-19 Calon Penumpang

Ilustrasi ibu hamil. [Shutterstock]
Ilustrasi pokok hamil. [Shutterstock]

Selain itu, sebagian besar (78 persen) bayi dengan lahir dari perempuan yang sudah memiliki antibodi juga mengembangkan antibodi serupa yang dapat dideteksi di dalam darah tali pusat mereka.

Bayi pertama lahir dengan ibu yang bergejala juga memiliki tingkat antibodi yang lebih tinggi daripada mereka dengan ibunya tidak memiliki gejala Covid-19.

“Pertanyaan lain yang muncul adalah akankah kelompok perempuan yang sekarang divaksinasi mendapatkan jenis perlindungan yang sesuai (dan menularkan pada janin mereka), kami belum tahu itu, ” kata Dr Laura Riley, ketua Departemen Obstetri dan Ginekologi pada Weill Cornell Medicine dan lupa satu rekan penulis studi.