Sering Terbangun Jam 3 Pagi? Hati-Hati Gejala Diabetes

sering-terbangun-jam-3-pagi-hati-hati-gejala-diabetes-1

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SGP 2020 – 2021.

Suara.com – Bangun setiap 1 atau 2 kali di malam hari untuk minum air atau menggunakan toilet sangatlah wajar. Orang tanpa masalah kesehatan mendasar mungkin sangat mudah untuk tidur kembali. Tapi, berbeda dengan penderita diabetes.

Kebanyakan penderita diabetes bangun hampir setiap malam pada waktu yang sama, yakni sekitar jam 3 pagi. Mereka bukan terbangun jam 3 pagi karena suara bising atau hasrat ingin ke toilet, tetapi lonjakan kadar gula darah mendadak yang menyebabkan mereka bangun di malam hari.

Terbangun di malam hari pada penderita diabetes bisa disebabkan oleh dua kondisi, yakni efek somogyi dan fenomena fajar. Berikut ini dilansir dari Times of India, penjelasan dan perbedaan dari kedua efek tersebut.

1. Fenomena fajar

Baca Juga: Virus Nipah Hampir Mirip Virus Corona Covid-19, Kenali Gejalanya

Tubuh kita menggunakan glukosa untuk menghasilkan energi dan bangun di pagi hari karena membutuhkan energi ekstra. Jadi, tubuh mulai menggunakan glukosa untuk mempersiapkan hari yang akan datang.

Pada waktu bersamaan, hati melepaskan glukosa ekstra dalam aliran darah karena hormon pertumbuhan, kortisol, dan katekolamin. Kondisi ini biasanya terjadi pada pagi hari sekitar jam 2 sampai jam 3 pagi untuk mempersiapkan tubuh terbangun pada hari itu.

Ilustrasi diabetes. (Shutterstock)

Sementara itu, dosis obat diabetes yang diminum sehari sebelumnya mulai berkurang. Semua fenomena ini bersama-sama menyebabkan kenaikan kadar gula darah di pagi hari.

2. Efek somogyi

Penyebab kedua gula darah tinggi di pagi hari adalah efek Somogyi yang disebut juga hiperglikemia rebound. Kondisi ini terjadi ketika kadar gula darah Anda turun terlalu rendah di tengah malam.

Baca Juga: Mengenal Varian Mu, Mungkinkah Semakin Banyak Varian Virus Corona Lain?

Karena itu, tubuh akan melepaskan hormon yang memaksa hati untuk melepaskan glukosa saat menahan tingkat gula darah yang sangat rendah guna menstabilkan jumlah glukosa dalam tubuh.

Tetapi pada penderita diabetes, hati melepaskan beberapa glukosa ekstra yang menyebabkan kadar gula darah tinggi di pagi hari.

[embedded content]

Perbedaan utama antara keduanya adalah efek Somogyi menyebabkan hipoglikemia diikuti oleh hiperglikemia. Salah satu cara termudah untuk mengetahui lonjakan kadar gula darah akibat efek Somogyi adalah memeriksa kadar gula darah sebelum tidur dan setelah bangun tidur.

Jika kadar gula darah rendah di malam hari, itu karena efek Somogyi. Jika normal atau tinggi, bisa jadi karena fenomena fajar. Hal lain yang perlu diingat adalah efek Somogyi dapat terjadi sepanjang hari ketika tubuh Anda memiliki kadar gula darah yang tinggi.