Sedang Salah Kaprah, Ketahui Bedanya Serangan Jantung dengan Henti Jantung

Bonus harian di Keluaran HK 2020 – 2021.

Suara. com – Orang kala menggunakan istilah serangan jantung (heart attack) dan henti jantung mendadak (sudden cardiac arrest) secara berputar, padahal, kedua kondisi ini betul berbeda.

Serangan jantung adalah kondisi kala aluran darah ke jantung tertahan. Sedangkan henti jantung terjadi kala adanya malfungsi jantung dan jantung berhenti berdetak secara tiba-tiba.

Jadi, serangan dalaman adalah masalah sirkulasi, dan henti jantung mendadak adalah masalah ‘listrik’.

Berdasarkan laman Heart Organization , serangan jantung terjadi era arteri yang tersumbat mencegah darah yang mengandung oksigen mencapai periode jantung.

Baca Juga: 5 Hits Bola: Serangan Jantung, Diego Maradona Wafat Dunia

Jika arteri yang tersumbat ini tidak segera ‘dibuka’, arah jantung yang biasanya ‘diberi makan’ oleh arteri akan mati. Semakin lama seseorang tidak menjalani pengobatan, semakin besar kerusakannya.

Serangan jantung (Pixabay/Pexels)
Pukulan jantung (Pixabay/Pexels)

Gejala serangan jantung bisa langsung dan instens, Tetapi umumnya berkembang secara perlahan dan bertahan selama berjam-jam, berhari-hari, atau berminggu-minggu sebelum serangan jantung.

Berbeda dengan henti dalaman, jantung biasanya tidak berhenti berdetak selama serangan jantung.

Lalu, bagaimana dengan henti jantung mendadak?

Henti dalaman seringnya terjadi secara tiba-tiba serta seringkali tanpa peringatan. Ini dipicu oleh kerusakan listrik di jantung yang menyebabkan detak jantung tak teratur (aritmia).

Membaca Juga: Cegah Kanker hingga Penyakit Jantung, Simak 5 Makanan Kaya Antioksidan

Dengan kesibukan pemompaannya yang terganggu, jantung tak dapat memompa darah ke penggagas, paru-paru, dan organ lain.