Salah Kaprah Penggunaan Kondom Beraroma dan 4 Berita Kesehatan Menarik Lain

salah-kaprah-penggunaan-kondom-beraroma-dan-4-berita-kesehatan-menarik-lain-5

Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

Suara. com – Lupa kaprah penggunaan kondom beraroma yang bukan untuk seks vaginal menjadi berita kesehatan paling banyak dibaca hari ini, Senin (12/4/2021).

Tersedia juga pengakuan China perkara efektivitas vaksin buatannya had gejala Covid-19 yang tetap mendapat pertolongan dokter.

Menyimak rangkuman berita kesehatan mengakui lainnya dari Suara. com, berikut ini:

satu. Jangan Salah Kaprah, Kondom Beraroma Sebenarnya Bukan buat Seks Vaginal

Baca Pula: Jangan Salah Kaprah, Kondom Beraroma Sesungguhnya Bukan untuk Seks Vaginal

Ilustrasi kondom (Shutterstock)

Tidak sedikit bagian yang lebih memilih memakai kondom beraroma untuk kesenangan mereka saat berhubungan mendalam. Namun, pengguaan alat kontrasepsi ini bukan tanpa risiko.

BPOM AS (FDA) menunjukkan keberadaan gula dalam kondom beraroma yang dapat menukar tingkat pH vagina perempuan jika kondom ini digunakan dalam seks penetrasi.

Mengucapkan selengkapnya

2. China Akhirnya Ngaku Tingkat Efektivitas Vaksin Covid-19 Buatannya Sedikit

Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)

Otoritas kesehatan tubuh China baru-baru ini menyungguhkan bahwa vaksin Covid-19 rekaan mereka memiliki efektivitas yang rendah. Pengakuan yang kurang terjadi itu dilontarkan oeh pejabat pengendalian penyakit sempurna negara.

Baca Juga: Tanda Terinfeksi Covid-19 Minus Anda Sadari dan Berita Kesehatan Lain

Saat ini pemerintah China sedang mempertimbangkan untuk mencampurkannya untuk memperoleh dorongan. Demikian seperti dilansir dari AP News.

Mengaji selengkapnya

3. Penanggung Covid-19 Alami Gejala Ini, Segera Rujuk ke Dokter

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Penyaluran Covid-19 terjadi adanya gejala ringan dan sedang yang cukup mengganggu. Hal itu diungkap oleh Dr. dr. Anna Rozaliyani, M. Biomed, Sp. P (k), yang mengatakan walaupun gejala yang tadinya tidak ada keluhan, namun sebaliknya ada keluhan yang signifikan.  

“Memang gejala Covid-19 itu tidak semuanya berat, yang beratnya itu 20 persen. Tapi gejala ringan sampai cukup itu cukup mengganggu, dengan tadinya tidak ada keluhan tapi ada keluhan dengan signifikan, ” ungkapnya, Minggu (11/4/2021).

Baca selengkapnya

4. Bukan dari Sekolah, Anak Berisiko Tertular COVID-19 Justru dari Orangtua

Ilustrasi awut-awutan Kegiatan belajar-mengajar tatap membuang di sekolah dasar negeri (SDN) Pademangan Barat 11 pada Rabu (7/4/2021). (ANTARA/ HO-Kominfotik Jakarta Utara).

Pemberlakuan tes coba sekolah tatap muka mendapat kritik dari pakar epidemiologi. Kenapa?

Epidemiolog sejak Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, dr. Pandu Riono, MPH, Ph. D, mengucapkan vaksinasi bukan alasan dibukanya kembali sekolah.

Baca selengkapnya

5. Tuntut Menuntut Setinggi Langit Saat Pandemi, Sekolah Tatap Muka Solusinya?

Cover Liputan Khas Sekolah Tatap Muka. (Dok. Iqbal/Suara. com)

Tulisan Keputusan Bersama 4 Gajah menyatakan sekolah wajib melakukan pembelajaran tatap muka, usai tenaga pendidik menerima vaksin Covid-19 dari pemerintah.

Keputusan ini ditindaklanjuti oleh Negeri Daerah di tingkat daerah, yang melakukan uji coba sekolah tatap muka secara terbatas. Terbaru, pemerintah DKI Jakarta mulai melakukannya dalam Rabu (7/4) kemarin.

Mengucapkan selengkapnya