Pria 3 Kali Lebih Berisiko Dirawat di ICU karena Virus Corona, Ini Sebabnya

Pria 3 Kali Lebih Berisiko Dirawat di ICU karena Virus Corona, Ini Sebabnya

Promo menarik pada undian Data Sidney 2020 – 2021.

Suara. com – Sejak awal pandemi virus corona Covid-19, petugas medis dan profesional kesehatan di rumah kecil seluruh dunia memperhatikan bahwa pria lebih berisiko terinfeksi daripada wanita.

Kini, analisis global terhadap lebih lantaran 3 juta kasus virus corona Covid-19 dari Januari hingga Juni 2020 telah menemukan bahwa penderita pria dengan virus corona memiliki peluang hampir 3 kali ganda membutuhkan perawatan intensif daripada wanita.

Terlebih lagi, pria 1, 4 kali bertambah mungkin meninggal akibat virus corona Covid-19. Meskipun pria dan wanita sama-sama berisiko terinfeksi virus corona.

Para-para peneliti menganalisis data dari 90 laporan yang melibat 46 negara dan 44 negara bagian Amerika Serikat. Data ini menunjukkan bahwa 1, 57 juta kasus virus corona adalah perempuan dan 1, 53 juta adalah laki-laki.

Baca Juga: Vaksin Covid-19 Sudah Datang, Berapa Harganya? Ini Jawaban Menkes Terawan

Tapi dilansir dari CNN , saat data bertambah dari 12 ribu orang yang masuk ke unit perawatan intensif (ICU) rumah sakit, sekitar 8. 000 di antaranya adalah pria dan 4. 000 pasien merupakan wanita.

Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)

Saat jumlah kematian penderita virus corona mencapai 200 seperseribu akibat virus corona Covid-19, kira-kira 120 ribu adalah pria dan 91 ribu adalah wanita.

Studi dengan dipublikasikan di jurnal Nature Communications ini tidak meneliti penyebab tersebut. Tapi, para peneliti di University College London dan University of Cape Town di Afrika Selatan, berpendapat hal itu dipengaruhi sebab perbedaan perilaku dan sosial ekonomi.

Sistem kekebalan yang bertugas melawan virus pada tubuh pada pria dan perempuan tidak bekerja sama. Penelitian ini mengutarakan bahwa perlu lebih banyak belajar untuk mencari tahu faktor biologis spesifik yang mungkin telah memajukan perbedaan ini.

“Pria dan wanita memiliki perbedaan hampir di semua bentuk dalam tubuh, termasuk respons tubuh resisten terhadap infeksi virus, respons sel T dan respons organ B dalam tubuh, ” sekapur Dr Kate Webb, seorang konsultan pediatrik, rheumatologist di University of Cape Town dan The Francis Crick Institute di London.

Baca Juga: Vaksin Covid-19 Bisa Sebabkan Anggapan Anafilaktoid, Apa Itu?

Ada penuh alasan potensial untuk perbedaan kekuatan pria dan wanita, seperti hormon yang memiliki efek imunologis. Di hal ini, wanita memiliki besar kromosom X.