Penelitian: Kenaikan Berat Badan selama Pandemi Tingkatkan Risiko Diabetes Tipe 2

penelitian-kenaikan-berat-badan-selama-pandemi-tingkatkan-risiko-diabetes-tipe-2-1

Jackpot hari ini Result HK 2020 – 2021.

Suara.com – Sudah banyak orang yang mengeluhkan tentang penambahan berat badan akibat berada di rumah terus menerus selama pandemi. Penambahan berat badan ini tak hanya menigkatkan angka obesitas namun juga diabetes tipe 2. 

Melansir dari India Express, lockdown telah meningkatkan risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2. Hal ini dinyatakan dalam sebuah penelitian dari Inggris yang diterbitkan pada The Lancet Diabetes & Endocrinology. 

Penelitian menganalisis orang berusia di bawah 40 tahun yang mendaftar di Program Pencegahan Diabetes Layanan Kesehatan Nasional (NHS). Mereka telah melihat perbedaan berat badan terbesar dan rata-rata mengalami kelebihan 8 pon (4kg). 

NHS memperkirakan bahwa kenaikan berat badan satu kg atau 2,2 pon, dapat meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes sekitar 8 persen.

Baca Juga: Buka-bukaan Han Seungyeon Eks KARA Dulu Punya Tubuh Kurus: Kami Tidak Boleh Makan!

“Pandemi telah mengubah setiap bagian dari kehidupan kita dan membebani pikiran dan tubuh, dengan ribuan orang membayar harga yang mahal, dan banyak yang mengalami kenaikan berat badan selama lockdown,” kata Dr Jonathan Valabhji, direktur klinis nasional NHS untuk diabetes dan obesitas.

Ilustrasi timbangan. (Unsplash.com)

“Peningkatan berat badan juga berarti peningkatan risiko diabetes tipe 2 yang terkait dengan banyak jenis kanker yang umum, kebutaan, amputasi serta serangan jantung dan stroke,” imbuhnya. 

Diabetes tipe 2 adalah kondisi kompleks dengan berbagai faktor risiko yang mencakup usia, riwayat keluarga, dan etnis. Hidup dengan obesitas adalah satu-satunya faktor risiko terbesar, dan menyumbang 80-85 persen dari risiko seseorang terkena kondisi tersebut,

“Studi ini menunjukkan bahwa selama pandemi, mungkin ada peningkatan berat badan orang-orang yang berisiko tinggi terkena diabetes tipe 2. Ini mengkhawatirkan karena dapat menyebabkan tingkat kondisi naik lebih tajam ke bawah,” kata Dan Howarth, Kepala Perawatan di Diabetes UK.

Baca Juga: Diabetes Bisa Sebabkan Sakit Perut, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya