Pemerintah Indonesia Klaim Kasus Covid-19 Masih Terkendali

pemerintah-indonesia-klaim-kasus-covid-19-masih-terkendali-1

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SGP 2020 – 2021.

Suara. com – Hingga hari keempat pascaperayaan Hari Raya Idulfitri, perkembangan kasus Covid-19 diklaim masih terkendali.

Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto mengatakan, Senin (17/5), kasus aktif nasional masih diangka 5, 3 persen, lebih rendah dibanding secara global yang sebesar 11, 09 persen.

Airlangga menambahkan, tingkat kesembuhan pasien Covid-19 juga telah mencapai 92 persen, lebih  tinggi dari kasus kesembuhan global yaitu 86, 83 persen.

Ia menyampaikan bahwa kasus aktif Covid-19 nasional bahkan mengalami penurunan sebanyak 48, 6 persen dari puncak kasus pada 5 Februari lalu.  

Baca Juga: Antisipasi Penyebaran Covid, Walkot Bekasi Minta Tracing di Tingkat RT RW

Kasus aktif turun 7. 595 dalam satu pekan terakhir dengan saat ini berada dalam kisaran 90. 800. Namun, ada 15 provinsi yang kasus aktifnya meningkat, yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Banten, Maluku, NTB, Maluku Utara, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan.

“Dibanding pekan pertama April, kasus mingguan di pulau Sumatera ada tren meningkat dan kita memonitor mobilitas penduduk pascalibur lebaran dari Sumatera ke Jawa, ” kata Airlangga.

Bed Occupancy Rate (BOR) atau keterisian tempat tidur di rumah sakit secara nasional juga dinilai relatif rendah yaitu 29 persen.

Namun, ada beberapa wilayah yang masih tinggi. Yakni Sumatera Utara 57 persen, Riau 52 persen, Kepulauan Riau 49 persen, Sumatera Barat 49 persen, Sumatera Selatan 47 persen, Bangka Belitung 45 persen, Jambi 43 persen, dan Lampung 38 persen.

Meski masih dianggap aman, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tetap menyiapkan antisipasi potensi lonjakan kasus dan mutasi Covid-19 yang ditemukan di daerah.

Baca Juga: Puluhan Warga Positif Covid-19, Satu Masjid di Perumahan Kota Malang Tutup

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan bahwa momen libur panjang seperti saat lebaran bisa berpotensi terjadi lonjakan kasus Covid-19 sebanyak 30 hingga 80 persen.