Pelacuran Cynthiara Alona, Kemen PPPA Minta Orangtua Awasi Pergaulan Anak

prostitusi-cynthiara-alona-kemen-pppa-minta-orangtua-awasi-pergaulan-anak-1

Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

Suara. com – Anak-anak masih rentan menjadi korban eksploitasi seksual secara daring, terutama selama masa pandemi Covid-19. Terbaru kasus eksploitasi seksual dengan melibatkan publik figur Cynthiara Alona terbongkar polisi telah melibatkan 15 anak pada bawah umur.

Dari hasil assesmen Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) diketahui bahwa kontribusi anak dalam bisnis suci itu karena kebutuhan tumbuh.

“Mayoritas gaya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sebagian orangtuanya ada dengan tahu, sebagian lagi tak karena dianggapnya itu pergaulan biasa, ” ungkap Deputi Bidang Perlindungan Khusus Bani Kemen PPPA Nahar dalam keterangan pers yang diterima suara. com, Jumat (19/3/2021).

Nahar berharap kejadian itu dapat menjadi pengingat untuk para orang tua untuk lebih
menggubris dan menjaga anak biar terhindar dari bujuk rayu mana pun.

Baca Juga: Tempat Prostitusi, Ini Kata PTSP Tangerang soal Hotel Artis Cynthiara Alona

“Ini tentu diharapkan tidak dicontoh orang lain, karena kita berharap kalau orang tuanya menyiapkan muncul kembang anak dengan sebaik-baiknya kasus-kasus seperti ini bisa kita cegah. Imbauan kepada semua orang yang ada anak untuk lebih mewaspadai modus-modus bujuk rayu dengan menjebak anak kita ataupun anak orang lain pada kasus serupa, ” ucap
Nahar.

Terhadap belasan anak yang menjadi korban itu, Kemen PPPA berkoordinasi dengan UPTD P2TP2A DKI Jakarta untuk menyerahkan penampungan sementara dan pendampingan psikologis.

Polda Metro Hebat telah mengungkapkan bahwa para pelaku mulai dari orang tengah, pengelola hotel, juga pemilik hotel bekerja sama pada eksploitasi anak di Hotel A, Larangan, Tangerang itu.

Cynthiara Alona yang bersatatus sebagai pemilik hotel juga ditangkap sebab perannya mengetahui langsung & melakukan pembiaran dengan dalih mempertahankan jumlah pengunjung hotel dan melonggarkan pengecekan surat identitas.

Akibat aksi tersebut, para pelaku terancam dijerat pidana dengan pasal pantat. Nahar menjelaskan bahwa eksploitasi secara ekonomi dan/atau seksual terhadap anak di kolong umur dapat dijerat dengan Pasal 76I Jo Bab 88 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang modifikasi atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman kurungan penjara maksimal 10 tarikh dan denda hingga Rp 200 juta.

Baca Juga: Kenal Dekat, Pengacara Yakin Cynthiara Alona Tidak Terlibat Prostitusi