Pandemi Covid-19 Belum Usai, CDC dan FDA Selidiki Pagebluk Tuberkulosis Langka

Info seputar HK Hari Ini 2020 – 2021.

Suara. com – Was-was Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), Administrasi Makanan & Obat-obatan (FDA), serta institusi kesehatan negara bagian serta lokal AS sedang meneropong asal mula wabah tuberkulosis multinegara yang langka.

Pengkajian ini dilakukan setelah lebih dari 100 pasien jadi telah terinfeksi selama operasi tulang belakang atau perubahan patah tulang pada musim semi lalu.

Prosesur penyelidikan ini memakai produk perbaikan tulang yang disebut FiberCel Fiber Viable Bone Matrix, dempul tangkas lunak yang dikembangkan oleh perusahaan obat regenerative Aziyo Biologics. Fiber Cel merupakan prosedur yang menggunakan organ manusia untuk berbagai metode ortopedi.

Aziyo mengeluarkan pemberitahuan penarikan sukarela pada dua Juni 2021 dari 154 unit FiberCel, semuanya berawal dari donor tunggal, yang dikirim ke 37 wahana di 20 negara periode antara 3 Maret maka 2 April 2021.

Baca Selalu: WHO: Virus Corona Varian Delta adalah yang Tercepat dan Terkuat!

Pejabat CDC mengatakan bahwa 136 unit ditanamkan ke 113 pasien. Itu juga menambahkan bahwa 8 orang telah meninggal negeri setelah mengikuti prosedur mereka, meskipun penyebab kematiannya belum jelas.

Ilustrasi tuberkulosis. (Shutterstock)
Ilustrasi tuberkulosis. (Shutterstock)

CDC memperingatkan kalau pasien yang menjalani redup tulang belakang atau perubahan patah tulang menggunakan banyak FiberCel kemungkinan telah tersentuh mycobacterium tuberculosis, yang bisa menyebabkan penyakit parah dan kematian jika tak diobati.

Seorang juru bicara CDC mengkonfirmasi bahwa pasien yang menerima FiberCel sedang melakukan pengobatan untuk penyakit tuberkulosis.

Juru kata itu menambahkan bahwa delapan negara bagian dapat mengambil 18 unit, guna menghalangi operasi tambahan menggunakan lot yang terkena dampak. Seluruh unit yang tidak digunakan dan diyakini terkena dampaknya telah diasingkan.

Aziyo mengonfirmasi bahwa pihaknya bekerja secara distributor eksklusifnya, Medtronic, FDA dan CDC untuk menyelidiki sumber infeksi.

Baca Juga: Wabah Mengganas, Pementasan Musik dan Pertunjukan Sah Dilarang di Kepri

“Kami berkomitmen untuk melayani penyelidikan menyeluruh, tepat masa dan transparan terhadap kausa penyebab infeksi ini, ” kata presiden dan CEO Aziyo Biologics Ron Lloyd dikutip dari Fox News.