Overdosis Parasetamol, Waspadai Dua Pengaruh Samping Ini!

Bonus harian di Keluaran HK 2020 – 2021.

Suara. com – Parasetamol adalah obat yang pokok digunakan untuk mengobati nyeri dan menurunkan demam luhur. Selain itu, obat tersebut juga digunakan untuk menyenangkan nyeri ringan atau medium, seperti sakit kepala, rendah gigi, keseleo dan mengurangi demam.

Menurut NHS, dosis obat parasetamol biasanya kurun 1 atau 2 tablet sebesar 500 mg sekaligus. Jika Anda mengonsumsi obat parasetamol melebihi dosis yang dianjurkan bisa meningkatkan efek overdosis dan mengancam sukma.

NHS juga menjelaskan mual dan muntah adalah gejala overdosis obat parasetamol yang sangat umum. Gejala ini bisa terjadi beberapa jam setelah menelan dosis hepatotoksik.

Hepatotoksisitas merupakan cedera atau kerusakan miring yang disebabkan oleh landasan obat-obatan. Jika Anda menemui kantuk dalam 1 hingga 2 hari pertama setelah overdosis parasetamol tunggal, sangat mungkin itu bukan karena rusak hati.

Baca Juga: Sudah Vaksin Covid-19 Sempurna, Masih Perlukah Tes Virus Corona dan Karantina?

Ilustrasi obat-obatan parasetamol (pixabay)
Ilustrasi obat-obatan parasetamol (pixabay)

Adapun efek samping lain dari overdosis obat parasetamol, antara lain:

  1. Nyeri perut kuadran kanan atas
  2. Keburukan kuning

Jurnal di British Medical Journal (BMJ) menjelaskan bertambah lanjut tentang efek overdosis parasetamol. Menurut BMJ, anak obat seringkali asimtomatik atau hanya memiliki gejala gastrointestinal ringan.

“Overdosis parasetamol bisa menyebabkan koma dan asisdosis metabolik parah meski jarang terjadi, ” kata BMJ dikutip dari Express.

Asidosis metabolik adalah suatu status di mana terdapat sungguh-sungguh banyak asam dalam larutan tubuh.

Baca Juga: Lebih Menular, Virus Corona Varian Inggris Tak Lebih Mematikan