Memiliki Bayi di Usia 57 Tahun, Perempuan Ini Disebut sebagai Wanita Tertua dengan Bisa Melahirkan di GANDAR

punya-bayi-di-usia-57-tahun-perempuan-ini-disebut-sebagai-wanita-tertua-yang-bisa-melahirkan-di-as-1

Promo menarik pada undian Data HK 2020 – 2021.

Suara. com – Barbara Higgins (57) disebut sebagai wanita tertua di Amerika Serikat yang melahirkan bayi sehat. Persalinannya terjadi pada Sabtu minggu lalu dan dikaruniai seorang putra bernama Jack.

Perempuan asal New Hampshire tersebut menjalani program bayi buyung atau fertilisasi in vitro (IVF).

Obgyn Brian Levine dari CCRM Fertility di New York, mengatakan umumnya wanita yang hamil di usia 45 dan di atasnya hendak menggunakan sel telur sumbangan dari wanita yang bertambah muda.

Klinik kesuburan pula cenderung tidak mengizinkan mereka untuk menggunakan sel telur sendiri setelah usia 45 atau 46 tahun.

Baca Selalu: Studi: Pembelaan Kesuburan Pengaruhi Pertumbuhan Budak

Namun tidak diketahui dalam kasus Higgins, jalan ia menggunakan sel telur yang sudah dibekukan terlebih dahulu.

Meski mungkin, betul langka seorang wanita berumur di atas 45 tahun menggunakan telurnya sendiri untuk hamil, lapor Insider .

Ilustrasi melahirkan.[Pexels/Rene Asmussen]
Ilustrasi melahirkan.[Pexels/Rene Asmussen]

Higgins merasa keberhasilan hamilnya tersebut disebabkan oleh gaya hidupnya yang aktif dan genetiknya dalam keluarga. Wanita tersebut mengaku masih melakukan gerak CrossFit dan angkat tanggung hingga waktunya melahirkan.

“Status kesehatan & kebugaran seorang wanita istimewa, tidak peduli berapa usianya ketika mencoba hamil. Namun, jika sang wanita menunda kehamilan, status kebugaran menjadi lebih penting secara eksponensial, ” kata Levine.

Tetapi kebugaran tidak mengurangi efek tekanan darah tinggi di kehamilan. Selain aktif, Higgins merasa umur panjang keluarganya juga berperan.

Baca Juga: 12 Perilaku Elementer untuk Tingkatkan Kesuburan Perempuan Usia 30 Tahunan

“Kami hidup sampai usia 100 tahun, kami mendaki gunung, dan kami berlaku ski dengan baik mematok usia 90-an, ” terang Higgins.

Direktur eksekutif Fertility & Pregnancy Institute, Cleopatra, mengatakan ekspresi gen lebih penting dalam masalah kesuburan.

“Ekspresi genetik ini jauh lebih kuat daripada DNA kita sendiri untuk menentukan berapa lama dan bagus kita hidup. Ekspresi genetik ini juga menentukan seberapa subur kita dan berapa lama kita tetap subur, ” tandasnya.