Madrasah Tatap Muka Siap Dimulai, Satgas Covid-19: Utamakan Keselamatan Siswa

sekolah-tatap-muka-siap-dimulai-satgas-covid-19-utamakan-keselamatan-siswa-1

Bonus harian di Keluaran HK 2020 – 2021.

Suara. com – Meski masih menuai pro-kontra, pembelajaran tatap depan (PTM) atau sekolah tatap muka tetap akan dijalankan mulai bulan Juli kelak.

Terkait hal ini, Pakar bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menekankan kesejahteraan siswa harus menjadi preferensi.

“Sesuai arahan presiden, PTM terbatas diikuti peserta sebanyak 25 persen dari total kapasitas bagian belajar, kegiatan pembelajaran tatap muka tidak boleh bertambah dari 2 hari dalam seminggu dengan durasi penuh 2 jam setiap pertemuan, ” kata Wiku zaman memberikan keterangan pers Kemajuan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Rabu, yang pula disiarkan kanal YouTube Tata usaha Presiden.

“Seluruh guru yang ikut dalam pembelajaran tatap muka juga harus sudah divaksin dan dipastikan tak memiliki penyakit komorbid, ” tegasnya.

Baca Juga: Ini Dia Deretan 10 SMA Terbaik di Kabupaten Banyumas

Dia menekankan, upaya mengutamakan keselamatan para-para siswa atau peserta asuh memiliki alasan kuat. Pokok data menunjukkan bahwa bangsa usia sekolah yakni 6-18 tahun menyumbang 9, enam persen dari kasus positif nasional. Sementara 0, enam persen di antaranya menolong kasus kematian nasional.

“Maka dari itu, penting untuk diingat bahwa kesempatan awal sektor pendidikan ini kudu dijaga stabilitasnya secara waspada dan terbatas, ” jelasnya.

Disamping itu, kata dia, pemerintah daerah juga diminta menekan laju penularan dan menurunkan angka kasus rajin di wilayahnya masing-masing.

Wiku menegaskan, jalan menekan angka kasus aktif penting dilakukan, karena daya lonjakan kasus pasca-lebaran sedang mengancam.

“Sehingga munculnya lonjakan kasus di berbagai kawasan harus diantisipasi terutama dalam kegiatan masyarakat yang melahirkan kerumunan dan meningkatkan daya penularan, ” ujar Resi.

Menyuarakan Juga: Hotel Isolasi Terpusat Pasien Covid-19 di Bekasi Terisi Lengkap

Dari hasil monitoring Satgas, Pulau Jawa sendiri menjadi kontributor terbesar kejadian nasional yakni mencapai 52, 4 persen dari peristiwa yang ada. Angka tersebut diprediksi masih akan meningkat dalam beberapa minggu ke depan.