Kenapa Varian Baru Virus Corona Bisa Muncul di Inggris?

Kenapa Varian Baru Virus Corona Bisa Muncul di Inggris?

Promo menarik pada undian Data HK 2020 – 2021.

Suara. com semrawut Varian baru virus corona penyebab Covid-19 yang sedang terjadi di Inggris telah menjadi perbincangan dunia. Mutasi virus apalagi telah menyebar ke negara asing seperti Singapura, Australia, dan Israel.  

Menteri Riset dan Teknologi Prof. Bambang Brodjonegoro Ph. D., menjelaskan mengapa varian baru SARS Cov-2 bisa ditemukan di Inggris.

“Ini bukan bertepatan. Inggris adalah salah satu negeri yang punya monitoring dan surveillance genomic dan molekuler, mungkin unggul di dunia. Karena itu mereka bisa mendeteksi kalau ternyata ada mutasi yang ternyata bisa sebabkan penularan lebih cepat, ” jelas Bambang dalam webinar BNPB Indonesia, Kamis (24/12/2020).

Dari penelitian yang dikerjakan Inggris telah terbukti bahwa mutasi virus tersebut memang lebih gampang menular daripada varian sebelumnya. Bambang menyampaikan, varian baru virus Corona SARS Cov-2 yang diberi tanda B117 itu sebenarnya pertama kala ditemukan Inggris pada 20 September.  

Baca Juga: Ole Anggap Natural Aksi Jagoan Edinson Cavani di Laga Everton Vs MU

Menristek, Bambang Brodjonegoro dalam jumpa pers virtual, Rabu (2/9/2020). [Kemenristek]
Menristek, Bambang Brodjonegoro pada jumpa pers virtual, Rabu (2/9/2020). [Kemenristek]

Namun pada 13 Desember sudah lebih dari 1. 100 kasus yang terdeteksi di Inggris Raya akibat varian virus corona B117 tersebut.  

“Kemudian peningkatan sejenis cepat sehingga kalau dilihat November terutama Desember terjadi peningkatan luar biasa. Sehingga Inggris bagian tenggara dari seluruh isolasi virus yang berhasil ditemukan melalui pemeriksaan contoh, 50 persen mengandung varian ini. Jadi sudah sangat masif dalam Inggris, ” paparnya.

Meski telah benar lebih cepat menular, belum terlihat apakah varian baru itu juga bisa memperparah kondisi orang yang terinfeksi. Sehingga yang terjadi saat ini, kata Bambang, belum tampak membuat penyakit Covid-19 jadi bertambah berat dan tidak menambah level kematian.  

Namun karena penularannya yang lebih cepat, Bambang mengingatkan bahwa situasi itu tentu berbahaya bagi orang yang memiliki penyakit penyerta ataupun komorbid. Karena jadi lebih barangkali terinfeksi.  

“Harus sangat waspada secara peningkatan kasus positif dan infeksi makin tinggi. Kita harus menjaga varian ini tidak sampai ikut, keadaan lebih berat. Tapi zaman ini kalau disimpulkan belum ada bukti yang menunjukan varian ini sudah menyebar di Indonesia. Sekalipun harus diakui, genomic molecular kita tidak secanggih Inggris. Kalau kita lihat ada dua negara tetangga, Australia dan Singapura. Kasusnya 1 orang tapi harus hati-hati karena makin dekat dengan negara kita, ” tutur Bambang.

Baca Juga: Pandemi Corona, Kebaktian Natal di Gereja HKBP Medan Dibatasi 30 Obat jerih