Kenapa sih Wanita Mudah Marah Masa PMS? Ternyata ini Sebabnya!

Kenapa sih Wanita Mudah Marah Masa PMS? Ternyata ini Sebabnya!

Suara. com – Sebagian luhur wanita pasti mengalami perubahan suasana hati menjelang atau selama menstruasi, seperti mudah bad mood ataupun sering marah-marah.

Sindrom pramentsruasi (PMS) ini memengaruhi sebagian besar wanita piawai subur dengan banyak wanita merasakan perubahan suasana hati pada hari-hari sebelum menstruasi.

Gejala menstruasi seperti mudah kecil, marah dan perubahan suasana besar ini merupakan gangguan bulanan bagi kebanyakan wanita. Sedangkan, PMS dengan parah bisa melemahkan emosi bagi sebagian wanita.

Tapi, mengatasi PMS dengan pengobatan dan perubahan gaya tumbuh bisa membantu wanita mengontrol perubahaan mood dan kesulitan emosional yang lain.

Baca Juga: Luhut Yakin Cara Ini Efektif Tekan Penyebaran Virus Corona

PMS bisa menyebabkan perubahan situasi hati yang liar dan tak terkendali pada beberapa wanita, biasanya berubah dari rasa sedih menjelma ledakan kemarahan dan serangan kebingungan.

Ilustrasi menstruasi. (Shutterstock)
Ilustrasi menstruasi. (Shutterstock)

“Anda akan menyelami naik turunnya emosi seorang perempuan karena PMS, jika hal itu terjadi secara konsisten seminggu had 2 minggu sebelum menstruasi. Berarakan, hal ini akan berhenti di satu atau dua hari setelah menstruasi, ” kata Carol Livoti, ginekolog New York City serta rekan dari American College of Obstetricians dan Ginekolog dikutip sejak Every Day Health.

Gejala PMS yang berupa transisi suasana hati ini terjadi semasa fase terakhir (luteal) dari peredaran menstruasi yang dimulai setelah ovulasi, biasanya dari hari ke-14 tenggat 28 dari siklus bulanan perempuan.

Gejala PMS emosional lainnya yang paling umum termasuk sifat mudah marah, kemerosotan, mudah menangis, kepekaan berlebihan, gugup dan cemas, kesedihan dan kemarahan yang bergantian.

Menurut para peneliti, usikan emosional ini terjadi diduga terpaut dengan naik turunnya hormon, khususnya estrogen sepanjang siklus menstruasi.

Baca Juga: Studi: Olahraga di Pagi Hari Bisa Turunkan Risiko Kanker

Kekuatan estrogen mulai meningkat secara perlahan setelah menstruasi wanita berakhir serta mencapai puncaknya dua minggu kemudian.