Kausa Covid-19, Amerika Serikat Cap Rekor Kematian Terbanyak Setahun

gara-gara-covid-19-amerika-serikat-cetak-rekor-kematian-terbanyak-setahun-1

Jackpot hari ini Result HK 2020 – 2021.

Pandangan. com – Amerika Serikat mencetak rekor kematian setahun tertinggi pada tahun lalu, akibat pandemi COVID-19.

Dilansir ABC News, lebih dari 3, 3 juta orang meninggal dunia pada tahun 2020, secara penyakit jantung dan kanker menempati peringkat teratas sebagai penyebab kematian.

Sementara itu infeksi COVID-19 menempati peringkat ketiga, dengan 375. 000 kematian dalam tahun 2020. Data terbaru saat ini menyebut jumlah kematian sudah lebih dibanding 550. 000 sejak pandemi dimulai.

Pusat Pengendalian & Pencegahan Penyakit (CDC) selalu melaporkan selain COVID-19, pati padam diri juga masuk ke dalam 10 besar pasal kematian tahun lalu.

Baca Pula: 17 Pegawai Terpapar Covid-19, Restoran Daerah Flory Ditutup Sementa

“Data ini berfungsi jadi pemicu bagi kita untuk terus melakukan penurunan peristiwa dan mengurangi penyebaran, serupa mempercepat program vaksinasi, ” ungkap Direktur CDC, Dr. Rochelle Walensky.

Secara umum, jumlah kematian di Amerika Serikat meningkat setiap tahunnya. Namun tahun lalu, pengembangan laporan terbesar dilaporkan, yaitu 16 persen.

Ini adalah peningkatan satu tahun terbesar setelah tahun 1917 ke 1918, di mana berlaku peningkatan kematian 46 obat jerih akibat Perang Dunia I dan pandemi flu.

Masyarakat kulit hitam, penduduk asli Amerika dibanding suku Indian, dan warga asli Alaska menjadi populasi penduduk dengan kematian terbanyak tahun lalu.

Sementara tersebut, untuk kematian karena COVID-19, penduduk Hispanik menempati peringkat tertinggi.

Baca Juga: Geger! Anak Bacok Abu Pakai Golok Gegara Dibangunkan Saat Tidur Siang

Secara terpisah, CDC pula membicarakan tentang kematian karena COVID-19 yang tidak terdata dengan baik. Sebab bersandarkan sertifikat kematian, tak sedikit di antaranya yang wafat karena penyebab lain, berangkat dari diabetes ataupun radang paru-paru.

Hanya 5 persen lantaran kematian ini yang terdata sebagai Covid-19, dengan beberapa besar korban meninggal dalam rumah.