Jangan Terlena, Capaian Vaksinasi Tinggi Bukan Tanda Indonesia Bebas dari Pandemi

jangan-terlena-capaian-vaksinasi-tinggi-bukan-tanda-indonesia-bebas-dari-pandemi-1

Info seputar HK Prize 2020 – 2021.

Suara.com – Indonesia melaporkan lebih dari 100 juga dosis vaksin sudah diberikan kepada masyarakat, dengan 65.229.678 dosis vaksinasi pertama dan 37.155.330 dosis kedua.

Meski begitu, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 minta masyarakat untuk tidak lengah. Sebab, capaian vaksinasi tinggi bukan tanda Indonesia sudah akan bebas dari pandemi.

“Dinamika varian virus COVID-19 telah menjadi tantangan bagi kita selama hampir dua tahun terakhir. WHO telah membagi hasil mutasi menjadi dua yaitu variant of concern (VoC) atau varian yang menjadi perhatian dan varian of Interest (VoI) atau varian yang diamati,” kata Wiku Adisasmito dalam siaran pers secara virtual yang dipantau dari kanal YouTube BNPB, Kamis.

Wiku mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap VoC karena telah terbukti menunjukkan perubahan karakteristik yang tergolong lebih menular daripada varian original yang pertama ditemukan di Wuhan, China pada 2019.

Baca Juga: Bupati Bantul Optimistis Target Vaksinasi Tercapai Sebelum Akhir Tahun

Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga di Vihara Avalokitesvara, Mangga Besar, Jakarta, Minggu (29/8/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Sampai hari ini, kata Wiku, telah ditemukan sebanyak tiga dari empat jenis VoC di Indonesia berdasarkan hasil penelitian 2.321 sekuensing yaitu Alfa, Beta dan Delta.

“Vaksin yang dikembangkan saat ini pada umumnya menggunakan virus original, sehingga munculnya varian baru berpotensi untuk menurunkan angka efikasi yang telah dikeluarkan,” katanya.

Meski menurun, kata Wiku, masyarakat tidak perlu khawatir akan kemampuan vaksin, khususnya terhadap lima jenis vaksin yang telah digunakan di Indonesia, yakni Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna dan Pfizer.

“WHO telah menegaskan bahwa standar vaksin dengan kemampuan membentuk kekebalan yang baik ialah yang memiliki nilai efikasi atau efektivitas di atas 50 persen,” ujarnya.

Wiku mengatakan sikap yang tepat dengan adanya penurunan angka efektivitas vaksin setelah adanya varian ini ialah tidak berpuas diri terhadap angka capaian vaksinasi saat ini.

Baca Juga: Simak! Daftar 11 Provinsi dengan Kenaikan Kasus Covid-19 Tertinggi di Indonesia

“Baiknya melebihi 70 persen dari populasi agar menjamin kekebalan komunitas secara sempurna terbentuk,” katanya. [ANTARA]