Idap Sindrom Langka, Vagina Perempuan Ini Hanya Sepanjang Ruas Kuku Saja

Dapatkan promo member baru Pengeluaran HK 2020 – 2021.

Suara. com – Selain vaginismus, ada beberapa iklim yang membuat wanita suram untuk berhubungan intim. Lupa satunya sindrom Mayer Rokitansky K├╝ster Hauser (MRKH).

Alley Hensley, salah seorang perempuan yang memiliki kondisi itu, mengatakan kondisi MRKH membuatnya hanya memiliki lubang vagina yang sangat kecil dan panjangnya seruas jari.

Ia pun memutuskan untuk melakukan operasi pemanjangan vagina di London, Inggris.

“Kurang daripada sebulan setelah aku didiagnosis, aku berada di gerobak menuju London untuk membenarkan vaginaku. Bentuk perawatan dilatasi ini adalah kesempatanku buat ‘mengambil kendali’ atas diriku, ” kata Hensley, dilansir Health .

Mengaji Juga: 40 Persen Perempuan dengan Infertilitas Alami Gangguan Ovulasi

Perawatan dilatasi merupakan metode untuk mengatasi kekakuan otot vagina dengan cara meregangkan otot-otot vagina menggunakan corong bantu dilator.

ilustrasi vagina. (Shutterstock)
ilustrasi vagina. (Shutterstock)

Hensley harus mendorong dilator ke organ intimnya selama 40 menit setiap hari, menggunakan dilator yang lebih besar bersamaan waktu.

“Sembilan bulan lalu, tubuhku sudah membentuk vagina. Secara eksternal, Anda tak akan tahu, ” sambungnya.

Wanita ini juga melahirkan bahwa dia mengalami infertilitas akibat kondisinya. Namun, dia sudah dapat melakukan ikatan intim setelahnya.

MRKH merupakan kelainan yang memengaruhi bentuk reproduksi wanita. Penderita umumnya tidak mengalami menstruasi sebab rahimnya tidak ada atau kurang berkembang.

Baca Juga: Bermasalah dengan Infertilitas? Hentikan 6 Hal Itu

Biasanya, penderita tak memiliki vagina atau kurang berkembang. Namun, alat kemaluan luarnya masih terlihat persis seperti wanita pada umumnya.

Ob-gyn di Winnie Palmer Hospital for Women and Babies di Orlando, Florida, Christine Greves, mengatakan keterangan pertama seorang wanita menderita sindrom MRKH adalah dia tidak mengalami menstruasi dalam usia 16 tahun.

“Tetapi wanita dengan MRKH biasanya masih memiliki ovarium dengan berfungsi. Sama seperti kelanjutan payudara dan bulu alat kelamin. Dari luar, Anda tidak bisa mengetahui kondisi itu, ” pungkas Greves.