Hoaks atau Fakta, Varian Baru Virus Corona Tak Terdeteksi Tes Swab PCR?

Hoaks atau Fakta, Varian Baru Virus Corona Tak Terdeteksi Tes Swab PCR?

Jackpot hari ini Result SGP 2020 – 2021.

Suara. com – Dunia sedangkan dihebohkan dengan ditemukannya varian perdana virus corona penyebab sakit Covid-19 di Inggris. Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof. Dr. Zubairi Djoerban, Sp. PD-KHOM membantah sejumlah hoaks yang bersirkulasi terkait varian baru ini.

Salah utama kabar hoaks yang beredar, yakni bahwa varian baru virus corona ini tidak bisa terdeteksi meniti tes swab PCR (polymerase chain reaction), Prof. Zubairi memastikan tersebut tidak benar.

“Ada yang bilang varian segar ini tidak bisa terdeteksi dengan tes PCR. Itu tidak betul. Tidak usah khawatir. Tes PCR ini bisa mendeteksi tiga spike (seperti paku-paku yang menancap pada permukaan virus corona) berbeda. Jadi varian baru ini masih tentu bisa dideteksi tes PCR, ” ujar Prof. Zubairi melalui cuitan twitternya, yang dikutip suara. com, Sabtu (26/12/2020).

Kabar burung lainnya perkara varian baru ini, disebutkan mampu membuat penemuan vaksinasi atau jalan vaksinasi yang sedang dan hendak dilakukan di beberapa negara menjelma sia-sia, itu juga tidak betul. Kepatuhan banyak orang menjalani aturan kesehatan 3M, memakai masker, membersihkan tangan, dan menjaga jaraklah yang mempengaruhi upaya vaksinasi.

Baca Juga: Negeri Khawatir Virus Corona Varian Baru

“Kemudian, apakah akan mempengaruhi buatan vaksinasi? Tidak. Karena vaksinasi tidak membentuk satu respons antibodi saja. Yang harusnya terpengaruh adalah kecendekiaan kita dan keputusan orang buat berlibur. Sekali lagi, mari perketat tali masker, ” tanggap Prof. Zubairi.

Selain itu, disebutkan dokter spesialis penyakit dalam itu, varian itu sebenarnya ditemukan sudah beberapa bulan silam, dan bernama N50IY, namun baru diberitakan gencar beberapa hari ke belakang.

“Varian baru virus corona sebenarnya sudah ada dari 20 September silam, tapi baru disadari beberapa hari lalu. Varian perdana ini bernama N50IY yang memiliki kemampuan infeksi lebih tinggi. Bertambah mudah menular 70 persen, pertama kepada anak-anak, ” tutupnya.

Sementara itu menanggapi adanya varian baru ini, Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengaku sudah menugaskan para ahli di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membentuk tim untuk mencari terang informasi seputar varian baru ini. Informasi tersebut diminta ditelaah dengan mendalam, dihimpun selengkap mungkin, pertama kemudian di publikasi ke jemaah.

“Kami sudah mendengar ada berita itu, yang kami lakukan adalah ana meminta para ahli di Kemenkes untuk mempelajari strain tersebut, sebab ini harus dilakukan kajian dengan scientific, ” ujar Menkes Sifat saat konferensi pers, Jumat (25/12/2020).

Baca Juga: Virus Corona Varian Perdana Telah Masuk ke Jerman