Duh, Kerumunan Tanah Abang Berisiko Sebabkan Klaster Keluarga Covid-19

duh-kerumunan-tanah-abang-berisiko-sebabkan-klaster-keluarga-covid-19-1

Jackpot hari ini Result HK 2020 – 2021.

Suara. com – Kerumunan yang terjadi di Pasar Tanah Raka, Jakarta Pusat, pada akhir pekan lalu berisiko timbulkan klaster baru kasus Covid-19.

Juru bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmidzi menyampaikan, peluang bukan hanya klaster pasar yang bisa terjadi, tetapi juga klaster keluarga.

“Mungkin saja klaster pasar, tetapi yang bakal terinfeksi itu para penyalur pasar. Tetapi kalau kita lihat bukan hanya distributor yang akan berdampak, sebab dari apa yang terjadi di Tanah Abang itu, pengunjungnya bisa dari semesta wilayah sekitar Jakarta, ” kata Nadia dalam perbincangan produktif virtual, Selasa (4/4/2021).

Menurut Nadia, bukan tidak mungkin pengunjung yang sejak berbagai daerah itu selalu bisa terpapar virus corona. Kemudian orang yang terpapar tersebut juga bisa menjelma sumber penularan ketika balik ke tempat tinggalnya atau bahkan nekat melakukan mudik.

Mengaji Juga: Siap-siap, DIY Tutup Kawasan Wisata di Zona Merah & Oranye

Juru Bicara Pemerintah untuk Vaksinasi Covid-19 dr Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Jumat (21/1/2021). [Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden]
Juru Bicara Pemerintah untuk Vaksinasi Covid-19 dr Siti Nadia Tarmizi dalam konvensi pers virtual di Jakarta, Jumat (21/1/2021). [Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden]

“Itu yang akan berpotensi bukan hanya klaster pasar yang akan muncul, akan tetapi juga klaster keluarga yanh bisa dalam jumlah penuh. Karena kita lihat sungguh banyaknya pengunjung yang ada di pasar kemarin, ” tuturnya.

Meski vaksinasi Covid-19 telah diberikan kepada penyalur di Pasar Tanah Kakanda, Nadia mengingatkan bahwa kejadian tersebut bukan jaminan aman. Terlebih, orang yang telah divaksinasi juga masih jadi menularkan virus kepada karakter lain.

Selain itu, karakter yang sudah divaksinasi Covid-19 juga masih mungkin terkena. Hanya saja memang kecil kemungkinan mengalami sakit berat. Sebab tubuh telah mempunyai sel memori terhadap virus corona sehingga antibodi mampu lebih cepat terbentuk.  

“Kemudian mampu melawan virus yang menghunjam ke dalam tubuh. Tentunya dengan adanya sistem kekuatan yang sudah siap melawan virus, maka kemungkinan kita untuk jatuh sakit itu jadi sangat kecil. Itulah efek proteksi yang diberikan oleh vaksin, ” paparnya.

“Apalagi kita tahu pelestarian yang diberikan untuk gejala yang berat bahkan berakhir pada kematian itu benar tinggi, yaitu sekitar 90 sampai 95 persen. Tetapi risiko penularan atau tertular masih tetap ada pada seseorang yang sudah memperoleh vaksin. ”

Baca Juga: Kerumunan Pasar Tanah Abang Kelalaian, PDIP Mengambil Pasar Jaya Dievaluasi