CDC: Kasus Pembekuan Darah Pula Terjadi Pada Vaksin Johnson & Johnson

cdc-kasus-pembekuan-darah-juga-terjadi-pada-vaksin-johnson-johnson-1

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SGP 2020 – 2021.

Suara. com semrawut Pusat Pengoperasian dan Pencegahan Penyakit GANDAR atau CDC menyebut telah menemukan lebih banyak kasus pembekuan darah yang berpotensi mengancam jiwa di antara orang-orang yang menerima vaksin Covid-19 Johnson & Johnson (J& J), serta tahu “hubungan sebab-akibat yang masuk akal”.

CDC mengatakan di dalam sebuah presentasi bahwa lembaga tersebut telah mengidentifikasi 28 kasus trombosis dengan sindrom trombositopenia (TTS) di kurun lebih dari 8, 7 juta orang yang sudah menerima vaksin J& J. TTS melibatkan pembekuan pembawaan yang disertai dengan rendahnya kadar trombosit – organ dalam darah yang membangun proses pembekuan.

Sejauh ini sudah ada 3 dari 28 target yang tewas. Sebelumnya, per 25 April, CDC telah melaporkan 17 kasus pembekuan darah di antara hampir 8 juta orang yang diberi vaksin.

Komite Penasihat buat Praktik Imunisasi atau ACIP, yang menasihati CDC GANDAR, merekomendasikan pada 23 April agar AS mencabut masa 10 hari pada vaksinasi J& J yang diberlakukan untuk meninjau data ketenangan pada masalah pembekuan.

Baca Pula: Kabar Cara, Bivalirudin Efektif Atasi Pembekuan Darah akibat Vaksin J& J

Dilansir lantaran Channel News Asia, CDC mengatakan pada hari Rabu (12/5/2021), bahwa kejadian tersebut tampak serupa dengan apa yang diamati setelah mas vaksin Covid-19 AstraZeneca di Eropa.

Kedua vaksin tersebut didasarkan pada teknologi segar yang menggunakan adenovirus, yang menyebabkan flu biasa, yang telah dimodifikasi sehingga di dalam dasarnya tidak berbahaya. Virus digunakan untuk membawa titah ke dalam tubuh untuk membuat protein virus corona tertentu, memprioritaskan sistem kekuatan untuk membuat antibodi yang melawan virus yang faktual.

Para ilmuwan sedang berfungsi untuk menemukan mekanisme potensial yang akan menjelaskan pemekatan darah. Hipotesis utama boleh adalah bahwa vaksin menerbitkan tanggapan kekebalan langka dengan dapat dikaitkan dengan vektor virus ini.

Sebagian besar kasus terjadi di antara wanita berusia 18 hingga 49 tahun, CDC mengatakan, dengan level di antara wanita berumur 30-39 pada 12, 4 kasus per juta dan mereka yang berusia 40-49 pada 9, 4 kasus per juta.

Hanya enam dari peristiwa pembekuan dengan diidentifikasi terjadi pada pria.

Menangkap Juga: CDC Temukan Pingsan Jadi Buntut Samping Umum Vaksin Johnson Johnson

Gejala lazimnya muncul beberapa hari setelah vaksinasi hingga 2 minggu.