Belajar: Aktivitas Fisik Tingkatkan Penguasaan Emosi dan Akademis Bani

studi-aktivitas-fisik-tingkatkan-kemampuan-emosi-dan-akademis-anak-1

Jackpot hari ini Result HK 2020 – 2021.

Suara. com – Aktivitas fisik dalam masa kanak-kanak dapat membantu mengembangkan keterampilan regulasi jiwa dan perilaku. Hal ini yang kemudian akan memainkan peran penting dalam perolehan akademis mereka.

Melansir sejak Healthline , menurut penelitian baru sebab Inggris terhadap 4. 043 anak-anak menunjukkan bahwa kegiatan fisik bisa berpengaruh pada perilaku dan emosi itu.  

Di penelitian ini, orang gelap dan guru menyelesaikan daftar pertanyaan untuk mengukur komponen emosional dan perilaku dari pengetahuan pengaturan diri anak-anak pada usia 7, 11, & 14 tahun. Aktivitas fisik anak diukur dengan faktor-faktor yang meliputi intensitas, periode, dan kesenangan.

Untuk anak usia 7 tahun, acara fisik secara positif terkait dengan keterampilan regulasi emosional di mana menghasilkan prestasi akademis yang lebih tinggi selama masa sekolah dasar.

Baca Juga: Pelatuk Anak Tetap Aktif selama Ramadan, Yuk Lakukan Tips Berikut

Untuk anak usia 11 tahun, kegiatan fisik dikaitkan dengan regulasi perilaku dan secara membangun mempengaruhi prestasi akademik.

“Hubungan ini memprediksi pencapaian akademis, menunjukkan bahwa aktivitas wujud sejak dini dan terus-menerus merupakan elemen penting pada perkembangan dan pendidikan anak-anak, ” catat para penyelidik.  

Para penulis pula menyoroti pentingnya memastikan anak-anak memiliki akses untuk melangsungkan aktivitas fisik.  

Sketsa anak bermain bola, daya anak. (Elements Envato)

“Aktivitas fisik terkenal dapat membangun menangani depresi, kecemasan, & meningkatkan kesejahteraan emosional dalam anak-anak, ” ujar Seorang ahli jantung pediatrik Dr. Jake Kleinmahon, pakar sukarelawan Asosiasi Jantung Amerika dengan tak terlibat dalam penelitian.

Anak-anak yang terlibat dalam olahraga mempelajari manajemen masa, keterampilan komunikasi, dan menerima umpan balik dari penyuluh. Aktivitas fisik juga menguatkan anak mengekspresikan emosi mencuaikan gerakan secara produktif.

Baca Juga: Mau Memiliki Anak Sehat? Jaga Lagam Hidup sebelum Kehamilan

“Semua keterampilan ini menolong dalam kelas dan meningkatkan perkembangan otak, ” kata pendahuluan Kleinmahon.  

“Sebaliknya, ketidakmampuan untuk mengatur emosi dapat menghambat pembelajaran, menyebabkan provokasi perilaku, dan dapat berpengaruh negatif pada kehidupan itu, ” imbuhnya.