Ada Kasus Pembekuan Darah, Denmark Setop Pakai Vaksin Covid-19 AstraZeneca

ada-kasus-pembekuan-darah-denmark-setop-pakai-vaksin-covid-19-astrazeneca-1

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SGP 2020 – 2021.

Suara. com kacau Otoritas Kesehatan tubuh Denmark pada Kamis meninggalkan penggunaan vaksin virus Covid-19 AstraZeneca selama 14 hari. Ini mengikuti laporan sejak kasus serius pembekuan pembawaan di antara orang yang divaksinasi.

Dilansir dari DW, tak lama setelah maklumat itu, Islandia mengikutinya. Pranata Obat Denmark mengatakan telah meluncurkan penyelidikan terhadap vaksin tersebut.

Analisis sedang dilakukan oleh institusi terkait di negara-negara Uni Eropa lainnya serta Awak Obat-obatan Eropa (European Medicines Agency / EMA).

EMA bertanggung jawab atas evaluasi dan pengawasan produk obat di UE.

Baca Juga: Indonesia Beli Vaksin dari China Hingga India, Menkes Budi: Takut Penetapan

Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash/@hakannural)

“Kami serta Badan Obat-obatan Denmark kudu menanggapi laporan kemungkinan buntut samping yang serius, jalan dari Denmark dan negeri2 Eropa lainnya, ” sirih direktur Otoritas Kesehatan Denmark, Soren Brostrom, dalam sebuah pernyataan.

Banyak orang pada Jerman enggan mendapatkan vaksin yang dikembangkan oleh AstraZeneca. Sementara itu, AstraZeneca mengucapkan bahwa vaksin itu bertekuk lutut pada kontrol kualitas yang ketat.

Dikatakan, “tidak tersedia efek samping serius yang dikonfirmasi terkait dengan vaksin itu. ”

EMA tidak menemukan petunjuk yang menghubungkan kasus Austria dengan vaksin AstraZeneca, sirih badan tersebut pada hari Rabu. Dikatakan jumlah perihal tromboemboli – ditandai secara pembentukan gumpalan darah porakporanda pada orang yang sudah menerima vaksin AstraZeneca tak lebih tinggi dari dengan terlihat pada populasi ijmal.

Ada 22 kasus perkara serupa yang dilaporkan di antara 3 juta orang yang menerima suntikan AstraZeneca pada 9 Maret.

Baca Pula: Vaksinasi Lansia di Korea Selatan Keputusannya Gunakan Vaksin AstraZeneca

Sebanyak tujuh negara Eropa kini telah menghentikan penggunaan batch vaksin dari AstraZeneca. Austria berhenti menggunakan suntikan AstraZeneca saat menyelidiki maut akibat gangguan koagulasi dan penyakit emboli paru.